Selamat Datang Pemimpin Baru Kabupaten Kuningan

Selamat Datang Pemimpin Baru Kabupaten Kuningan
Oleh ; Drs. D. Rusyono, M.Si.
Anggota Juang Kencana Kabupaten Kuningan
Alhamdulillah seluruh rangkaian perhelatan Pilkada Serentak selesai sudah dan tuntas,
sehingga baik secara de facto maupun de jure hasilnya sudah sah dan resmi, bahkan
pelantikannya pun secara serentak langsung oleh Presiden Prabowo Subianto
dipusatkan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis 20 Februari 2025 yang baru lalu. Dari
481 orang kepala daerah beserta wakilnya se Indonesia (33 provinsi, 364 kabupaten dan 84
Kota), satu pasang di antaranya adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kuningan yaitu Dr. H. Dian Rachmat
Yanuar, M.Si. beserta Wakilnya yaitu Hj. Tuti Andriani, SH., M.Kn.
Selanjutnya karena sudah sah, maka mereka menjadi milik masyarakat
Kabupaten Kuningan, dan merekapun harus membaur menjadi satu kesatuan yang utuh, tidak lagi
ada pembeda secara politik, tetapi hakekatnya adalah satu
ikatan dan satu tujuan yakni menuju ke depan yang lebih baik dalam bingkai asah, asih, asuh.
Diawali dengan motto juang yang cukup inspiratif yakni bahwa “Hidup yang tidak
dipertaruhkan, tidak akan dimenangkan”, itulah sosok Dian yang telah matang malang
melintang di sektor birokrasi dengan tour of duty yang begitu luas, maka kemudian majulah
berjuang ikut serta kontestasi dalam Pilkada untuk bupati di puser baligeusan ngajadi yaitu
Kabupaten Kuningan, begitu juga dengan seorang Hj. Tuti Andriani, SH., M.Kn. seorang notaris
senior yang juga sudah malang melintang di bidang kenotariatan mendampingi sebagai calon
wakil bupatinya. Dan setelah melalui proses panjang, bahkan terjal dan berliku, maka mereka
berdua berhasil melewatinya dan mengungguli dua pasang kompetitor lainnya.
Sejak ditetapkan sebagai pemenang terlebih sudah dilantik, maka tidak ada lagi
dikotomi baik dalam warna, kelompok maupun arah, tetapi semua menjadi satu seperti konsep
kebhinekaan, walaupun berbeda dalam keragaman tetapi tetap satu tujuan dalam satu kesatuan
masyarakat Kabupaten Kuningan dan rakyat Indonesia. Sehingga masing-masing punya peran
dan tanggung jawab yang saling menguatkan yakni pemimpin melayani dan mengayomi
rakyatnya dan rakyatnya membantu pemimpin dalam melaksanakan program-program
pembangunan. Dalam pidato pelantikanpun ada kata-kata bijak yang terlontar antara lain
“Bahwa saudara-saudara berada di sini, di momen ini adalah berkat dukungan rakyat, yang
walaupun dalam prosesnya diwarnai dengan perbedaan-perbedaan itu hanya sebuah proses,
dan itu sudah berlalu, sekarang telah menjadi satu kesatuan yang utuh, maka saudara-saudara
wajib merangkulnya dan melayaninya melalui pembangunan yang sebesar-besarnya untuk
kemakmuran dan kesejahteraan mereka (masyarakat/rakyat di seluruh satuan wilayah) dalam
NKRI” (Presiden Prabowo, 20-2-2025).
Secara harfiah, bahwa melesat adalah melaju/melayang/berlari dengan cepat KBBI,
2012), sekaligus hitung-hitung sosialisasi ulang dan konsolidasi, maka Bupati Dian dan Wakil
Bupati Tuti telah mengusung Visi yaitu “KUNINGAN MELESAT UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH
BAIK”, Melesat dalam dimensi Maju, Empowering, Lestari, Agamis, Tangguh. yang berarti
Bergerak, Berdaya, berkesinambungan, memperhatikan nilai agama, dan kuat/perkasa, tahan
banting (KBBI, 2012). Sedangkan untuk mencapai visi tersebut, maka misinya adalah sebagai
berikut : 1.Mendorong percepatan reformasi birokrasi yang berintegritas dan professional
melalui pemerintahan yang modern dan yang melayani., 2.Meningkatkan pertumbuhan
ekonomi daerah berbasis pariwisata, pertanian, perdagangan dan jasa dengan memanfaatkan
sumber daya lokal., 3.Membangun daya kreasi, inovasi dan produktivitas masyarakat melalui
pemberdayaan., 4.Menjaga komitmen kelestarian sumber daya alam, daerah tangkapan air
serta mengurangi emisi lingkungan., 5.Menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan
bermasyarakat., 6.Membangun infrastruktur yang tangguh, berorientasi layanan pendidikan,
kesehatan dan penguatan sosial.
Sedang secara maknawi dari misi di atas kurang lebih adalah ; 1. Setiap birokrat adalah
pelayan masyarakat harus professional, bermental integritas yang tinggi, gerak cepat dan sesuai
sasaran., 2. Sektor pariwisata dan pertanian, perdagangan dan jasa yang modern dan tangguh
akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dengan tetap mengedepankan sumber
daya lokal yang tidak kalah bersaing dan berkualitas, sehingga pada gilirannya akan berdampak
pada seluruh sektor pembangunan yang lainnya., 3. Melalui pengembangan cipta, rasa dan
karsa masyarakat akan semakin berdaya, kuat dan tangguh, sehingga kreasi dan inovasi terus
meningkat., 4. Harus berkomitmen yang kuat dan sama dalam memelihara dan memanfaatkan
alam yang sesuai dengan fungsi peruntukannya, sehingga polusipun dapat dikendalikan, atau
dengan kata lain jangan sampai merusak alam/lingkungan, karena akan menimbulkan bencana
alam dan korban (ecological suicide)., 5.Nilai-nilai agama harus tetap mejadi salah satu
perhatian yang utama, terutama dalam menjaga nilai-nilai adab/moral dan ilmu. 6. Dengan
infrastruktur yang memadai, maka aktivitas masyarakat akan lancar terpenuhi, sehingga
terwujud ketahanan sosial (masyarakat) yang tangguh .
Rasanya sudah pas apabila ada pemimpin orang sunda dan memimpin di tatar Sunda
Parahyangan, inilah sosok Bupati Dian dan Wakil Bupati Tuti yang pituin Sunda dan asli
Kuningan. Pada tataran orang sunda sudah biasa kaya dengan istilah filosofi hidup yang bernilai
luhur terutama yang menyangkut kearifan lokal antara lain ada istilah bibit bebet bobot, masagi
sagala bisa, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi salebak, teuneung ludeung leber wawanen gede
kahayang dan sebagainya. Bahkan secara khusus dalam hal pemimpin dan kepemimpinan-pun
tidak luput juga kandungan filosofi kesundaan terdapat di dalamnya seperti diantaranya filosofi
AKAR, (pemimpin harus ber-AKAR), secara rinci sebagai berikut : A adalah Arif/Bijak, artinya
bijak dalam berucap dan bijak dalam bertindak, termasuk di dalamnya adil dan berkeadilan
(berdasarkan skala prioritas dan proporsional)., Kemudian K adalah Kharismatik, bersifat kuat
dalam wibawa (wibawa diri wibawa pesan), disukai banyak orang, hebat dalam bicara dan
hebat pula dalam mendengar aspirasi., Selanjutnya A lagi adalah Adi Luhung atau
berilmupengetahuan dibarengi dengan adab yang baik, amis budi handap asor tidak adigung.,
Sedangkan R adalah Rancingeus, Rancage Hade Gawe, hideng, bekerja tidak hanya yang
diperintahkan dan belajar tidak hanya yang diajarkan. (Kamus Bahasa Sunda, Magenta Media
2017) Itulah sejatinya pemimpin yang di tatar sunda jadi ciciren anu lengkep pikeun ngajati diri.
Kemudian tidak ada salahnya juga sebagai umat Islam manakala dalam memimpin
mengadop kepada kepemimpinan secara islami, terutama yang diajarkan oleh Nabi
Muhammad Saw yaitu dengan akronim STAF, meliputi Siddiq (Benar), Tablig (Menyampaikan
yang hak dan bathil), Amanah (Dapat Dipercaya) dan Fathonah (pandai dan cerdas). Dalam
fathonah mengapa pandai/pinter harus disertai cerdas tidak lain agar menjadi mumpuni dan
rendah hati (tidak keblinger) tetapi merunduk seperti padi serta sadar bahwa dalam
keberhasilan ada peran bantu orang/pihak lain juga (masyarakat) sehingga wajib tasyakur
bini’mah, juga selalu ingat bahwa kelak segalanya harus dipertanggungjawabkan di depan Yang
Maha Kuasa “Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya atas yang dipimpinnya”.
(HR Bukhari-Muslim).
Seperti biasa sebagai langkah awal akan diwarnai dengan program kerja 100 hari, yang
tentunya seluruh lapaisan dan elemen masyarakat akan sangat berharap dengan tampilan
warna yang indah, terutama dalam pengejawantahan janji kampanye Semoga saja dengan
penuh semangat dari Bupati dan Wakil Bupati yang baru dapat memenuhi harapan seluruh
masyarakat warga Kabupaten Kuningan yang gilirannya adalah Jawa Barat dan Indonesia, serta pembangunan yang akan diluncurkan di Kabupaten Kuningan.
Salah satu harapan adalah bahwa secara sunatullah bahwa segala daya dan upaya akan
berawal dan bermuara kepada penduduk dalam ikatan keluarga-keluarga, oleh karena itu sudah
sewajarnya apabila pembangunan kependudukan mendapat perhatian secara seksama,
mengingat penduduk merupakan potensi dan persoalan. Terlebih menghadapi bonus dan
ketahanan demografi dan menyongsong Indoesia Emas 2045 yang akan datang,
harus ditata sejak saat ini, karena kalau tidak akan menjadi preseden kurang baik dan siteback
ke belakang. Contoh masyarakat itu tumbuh dan berkembang melalui fase tumbuh kembang manusia (life cycle approach) yang diawali dengan Keluarga muda, kemudian hamil, lalu melahirkan bayi, dan tumbuh menjadi balita, (100 HPK, Hari Pertama Kehidupan), kemudian
masa remaja, dewasa dan lansia yang kesemuanya harus dapat berdaya dan termanfaatkan
baik untuk keluarga/masyarakat yang bersangkutan maupun pemerintah (bangsa dan Negara).
Dalam filosofi Sunda disebut isuk pageto nepi kana udagan nyaeta alus pamarentahana, bagja
rakyatna, tur kapeto ngajadi conto. Semoga Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan duet
Dian-Tuti (DIRAHMATI) akan mampu mewujudkannya, melesat segagah burung Dadali/Garuda.
Barakallah, Aamiin Ya Mujibasailin !!!