Nasional

Sidang Perdana Panji Gumilang Diwarnai Unjuk Rasa, Pengadilan Diwarning Agar Adil

INDRAMAYU- Sidang perdana kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, diwarnai aksi unjuk rasa, Rabu (8/11/2023). Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Santri dan Rakyat Indramayu (ASRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Indramayu.

Massa aksi datang ke tempat itu menggunakan becak bahkan membawa karangan bunga. Tak berapa lama setelah berada di depan Kantor PN Indramayu, massa dari ASRI melakukan orasi. Mereka menuntut PN Indramayu berlaku adil dalam menjalankan sidang terhadap terdakwa Pimpinan Ponpes Al- Zaytun, Panji Gumilang.

Koordinator Umum ASRI, Muhammad Solihin dalam orasinya mengatakan, PN Indramayu harus berlaku adil dan jujur serta tegas dalam memutuskan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Panji Gumilang.

“Kami melakukan aksi ini atas dukungan kawan-kawan, dan kami memberikan warning kepada pengadilan untuk tegak lurus dan seadil-adilnya untuk memutuskan perkara Panji Gumilang dalam kasus dugaan penistaan agama,” ucapnya.

Selain itu, Aliansi Santri dan Rakyat Indramayu juga meminta kepada PN setempat agar berlaku adil dan memutuskan perkara sejujur-jujurnya. “Sehingga jangan sampai Panji Gumilang di Indramayu terjadi anasir jahat yang menciderai keadilan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, massa ASRI ini memberikan karangan bunga kepada pihak PN Indramayu. Karangan bunga tersebut menurutnya sebagai symbol agar persidangan terhadap Panji Gumilang berjalan adil. “Kami sengaja memberikan karangan bunga itu sebagai simbol agar persidangan Panji Gumilang jangan dianggap main-main,” ujar Solihin.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, Panji Gumilang menjalani sidang sekitar pukul 08.30WIB. Terdakwa Panji Gumilang telah tiba di PN setempat dengan menggunakan rompi tahanan dan mendapatkan pengawalan dari petugas Kepolisian Polres Indramayu.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Indramayu, Yanto Arianto mengatakan, agenda sidang hari ini yakni pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).  Pembacaan tersebut untuk perkara pidana Nomor 365 pidana khusus 2023 atas nama terdakwa Abdul Salam Panji Gumilang dan persidangan akan dimulai pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Yogi Dulhadi, Hakim anggota satu, Ria Agustin dan Hakim anggota dua Yanuar Abdul Gaffar, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Penuntut Umum.

“Terdapat tiga pasal yang akan didakwakan oleh JPU kepada terdakwa Panji Gumilang, ujar Yanto kepada awak media.

Di dakwaannya itu, lanjutnya, berbentuk gabungan, pertama Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang menyiarkan berita bohong. Kedua Pasal 156 huruf a KUHP dengan sengaja melakukan penodaan terhadap suatu agama, kemudian ketiga Pasal 45 a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE,.

Sementara terkait jalannya sidang, Yanto menegaskan, sidang perdana terhadap terdakwa Panji Gumilang digelar secara terbuka.  “Sifat sidangnya terbuka untuk umum, siapa saja bisa masuk. Namun karena gedung kita kecil, jadi kita batasi, untuk tertutup atau tidaknya itu bagaimana majelis hakim, karena ada beberapa yang tidak bisa disebarluaskan,” terangnya.

Sidang perdana Panji gumilang ini pun disiarkan secara langsung (live) melalui Youtube. Sehingga orang lain atau publik bisa mengetahui dan mengikuti jalannya sidang tersebut. Sidang perdana ini ditutup sekitar pukul 11.25 WIB dan akan dilanjutkan pada Rabu tanggal 15 November 2023.(Udi)

 

Related Articles

Back to top button